Infeksi nosokomial atau infeksi yang terjadi di fasilitas kesehatan merupakan salah satu masalah serius dalam dunia medis. Perawat memiliki tanggung jawab besar dalam mencegah terjadinya infeksi, karena mereka berada di garis depan pelayanan dan berinteraksi langsung dengan pasien setiap hari. Dengan menerapkan langkah pencegahan yang tepat, perawat dapat melindungi pasien, diri sendiri, dan lingkungan kerja dari risiko penularan infeksi.
1. Mencuci Tangan dengan Benar
Cuci tangan merupakan langkah paling sederhana namun paling efektif dalam mencegah infeksi. Perawat harus melakukan cuci tangan:
- Sebelum menyentuh pasien
- Setelah kontak dengan cairan tubuh
- Sebelum tindakan aseptik
- Setelah menyentuh lingkungan pasien
Teknik hand hygiene menggunakan sabun atau hand sanitizer berbasis alkohol sangat penting untuk memutus rantai penularan.
2. Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
APD seperti masker, sarung tangan, apron, dan pelindung wajah wajib digunakan sesuai kebutuhan tindakan. APD membantu mencegah kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau droplet pasien. Perawat juga harus tahu cara melepas APD yang benar agar tidak terjadi kontaminasi ulang.
3. Menjaga Kebersihan Lingkungan dan Peralatan
Fasilitas kesehatan harus tetap bersih dan bebas dari kuman. Perawat berkontribusi dengan:
- Membersihkan alat medis setelah digunakan
- Membantu desinfeksi permukaan kerja
- Memastikan linen bersih dan kering
Lingkungan yang bersih membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri dan virus.
4. Teknik Aseptik dalam Tindakan Keperawatan
Saat melakukan tindakan seperti pemasangan infus, perawatan luka, atau pengambilan darah, perawat wajib menerapkan teknik aseptik. Tujuannya adalah menjaga area tindakan tetap steril agar bakteri tidak masuk ke dalam tubuh pasien.
5. Mengelola Limbah Medis dengan Tepat
Limbah medis seperti jarum suntik, perban bekas, dan bahan berpotensi infeksi harus dibuang pada tempat khusus. Kesalahan dalam pengelolaan limbah dapat membahayakan petugas lain dan merusak lingkungan.
6. Edukasi kepada Pasien dan Keluarga
Perawat berperan dalam memberikan edukasi mengenai:
- Etika batuk dan bersin
- Pentingnya kebersihan tangan
- Cara menjaga infeksi luka
- Larangan berbagi alat pribadi
Edukasi ini membantu pasien dan keluarganya ikut menjaga lingkungan tetap aman dan bersih.
7. Monitoring dan Pelaporan Kasus Infeksi
Jika ditemukan tanda-tanda infeksi pada pasien atau lingkungan, perawat berkewajiban melapor kepada tim pencegahan infeksi. Pelaporan cepat memungkinkan tindakan segera dilakukan sehingga infeksi tidak menyebar.
8. Mengikuti Pelatihan Pencegahan Infeksi secara Berkala
Perkembangan mikroorganisme dan teknologi kesehatan menuntut perawat untuk terus memperbarui pengetahuan. Pelatihan rutin membantu perawat memahami protokol terbaru dalam pengendalian infeksi.


Leave a Reply