Praktik di rumah sakit merupakan pengalaman penting bagi mahasiswa keperawatan. Di tahap ini, mahasiswa belajar menerapkan ilmu keperawatan secara langsung pada pasien nyata dan bekerja di lingkungan profesional bersama tenaga kesehatan lain. Karena itu, etika dan profesionalisme menjadi hal yang wajib dijaga. Sikap yang baik tidak hanya memengaruhi penilaian praktik, tetapi juga membentuk karakter sebagai calon perawat yang bertanggung jawab dan dipercaya.
Datang Tepat Waktu dan Mematuhi Aturan Rumah Sakit
Ketepatan waktu adalah salah satu bentuk profesionalisme yang paling terlihat. Mahasiswa perlu datang tepat waktu sesuai jadwal, mengikuti briefing, dan siap menjalankan tugas. Selain itu, patuhi aturan rumah sakit seperti larangan membawa makanan ke area tertentu, menjaga kebersihan ruangan, dan mengikuti alur pelayanan yang berlaku.
Menjaga Penampilan yang Rapi dan Sopan
Penampilan mencerminkan kesiapan dan sikap profesional. Mahasiswa keperawatan harus mengenakan seragam sesuai ketentuan, bersih, dan rapi. Atribut seperti name tag, sepatu praktik, serta rambut yang tertata juga perlu diperhatikan. Penampilan yang rapi membuat pasien dan tenaga kesehatan lain merasa lebih nyaman dan menghargai kehadiran mahasiswa.
Bersikap Sopan kepada Pasien dan Keluarga
Etika keperawatan menuntut mahasiswa untuk menghormati pasien dan keluarga. Gunakan bahasa yang sopan, tidak berbicara kasar, dan tidak menunjukkan ekspresi yang membuat pasien tidak nyaman. Saat berinteraksi dengan pasien, mahasiswa juga perlu menjaga nada bicara, tidak terburu-buru, dan memberikan perhatian penuh.
Menjaga Privasi dan Kerahasiaan Pasien
Kerahasiaan pasien adalah bagian penting dalam etika profesi. Mahasiswa tidak boleh membicarakan kondisi pasien di tempat umum atau menyebarkan informasi pasien ke media sosial. Hal ini sangat penting karena data kesehatan pasien merupakan informasi yang bersifat pribadi dan harus dijaga dengan baik.
Melakukan Tindakan Sesuai Kompetensi dan Bimbingan
Mahasiswa harus memahami batas kompetensinya. Jika belum mampu melakukan suatu tindakan, mahasiswa wajib meminta bimbingan pembimbing klinik atau perawat senior. Melakukan tindakan tanpa arahan dapat membahayakan keselamatan pasien dan menunjukkan sikap tidak profesional.
Komunikasi yang Baik dengan Pembimbing dan Tim Medis
Mahasiswa perlu membangun komunikasi yang jelas dan sopan kepada pembimbing klinik serta tim medis lainnya. Jika ada instruksi yang tidak dipahami, tanyakan dengan cara yang baik. Komunikasi efektif membantu mahasiswa belajar lebih cepat dan mencegah kesalahan tindakan.
Mencatat dan Mendokumentasikan Kegiatan dengan Benar
Dokumentasi merupakan bagian penting dalam praktik keperawatan. Mahasiswa harus mencatat tindakan dan hasil pengkajian secara rapi sesuai arahan pembimbing. Dokumentasi yang baik menunjukkan ketelitian dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas praktik.
Menunjukkan Sikap Aktif dan Mau Belajar
Profesionalisme juga terlihat dari sikap mahasiswa saat praktik. Mahasiswa yang aktif bertanya, mau belajar, dan bersungguh-sungguh biasanya lebih cepat berkembang. Namun, sikap aktif tetap harus disertai etika, seperti tidak memotong pembicaraan dan menghargai keputusan pembimbing.
Menjaga Sikap Tenang dalam Situasi Sulit
Di rumah sakit, mahasiswa bisa menghadapi pasien dengan kondisi berat atau situasi yang menegangkan. Mahasiswa perlu menjaga sikap tenang, tidak panik, dan tetap fokus mengikuti arahan. Sikap ini menunjukkan profesionalisme dan kesiapan menghadapi dunia kerja keperawatan.


Leave a Reply